Senin - Jumat: 08.00 - 16.00
Berita Desa

Desa Kembangkuning Purwakarta Resmi Bentuk Koperasi Desa Merah Putih Lewat Musdesus

10 February 2026
Septian
99x Dibaca
Desa Kembangkuning Purwakarta Resmi Bentuk Koperasi Desa Merah Putih Lewat Musdesus
Kembangkuning - Pemerintah Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pembentukan koperasi tersebut disahkan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar di GOR Kantor Desa Kembangkuning.
Musdesus dihadiri Camat Jatiluhur, perwakilan DPMD, DKUPP, Pendamping Lokal Desa (PLD), Bamusdes, perangkat desa, kepala dusun, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Kepala Desa Kembangkuning, H. Halim Wahyu, mengatakan pembentukan KDMP merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 09 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan tersebut juga merujuk pada Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 01 Tahun 2025 tentang tata cara pembentukan KDMP, serta Surat Edaran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 06 Tahun 2025 terkait petunjuk teknis percepatan pelaksanaan.

“Ada beberapa tujuan yang ingin kami capai melalui KDMP Desa Kembangkuning, di antaranya mempermudah akses kebutuhan warga, membuka peluang pemasaran hasil desa, dan menyediakan wadah belajar teknologi tepat guna,” ujar Halim, Rabu (7/5/2025).

Selain itu, kata dia, pengurus maupun anggota koperasi akan mendapatkan kesempatan mempelajari ilmu manajemen modern yang dapat mendukung pengembangan usaha serta memperkuat perekonomian desa.

Dalam Musdesus tersebut, lima pengurus inti KDMP Desa Kembangkuning juga telah ditetapkan. Mereka terdiri dari Arif Ardiyansya sebagai ketua, Yanto Ariyanto sebagai sekretaris, Restu Indah Rahayu sebagai bendahara, Suliwa Sitto Balung sebagai bidang usaha, serta Dede Abdul Latip sebagai bidang keanggotaan.

Halim menegaskan, KDMP Desa Kembangkuning ditargetkan menjadi ujung tombak penguatan ekonomi desa melalui semangat gotong royong, termasuk dalam penguatan sektor pertanian hingga penerapan transparansi keuangan.
“Semua dirancang untuk kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Bagikan Artikel Ini